Monday, December 7, 2009

Beberapa Keterangan tentang Islam

Beberapa Keterangan tentang Islam


Suatu bukti bahwa agama Islam mementingkan suatu tatanan kehidupan yang paling baik,


1. Agama Islam telah sempurna, Allah menyukai Islam sebagai agamamu.


diharamkan bagimu ( memakan ) bangkai, darah[1], daging babi,
( daging hewan ) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[2],
dan ( diharamkan bagimu ) yang disembelih untuk berhala.
dan ( diharamkan juga ) mengundi nasib dengan anak panah[3],
( mengundi nasib dengan anak panah itu ) adalah kefasikan. pada hari ini [4] orang-orang kafir telah putus asa untuk ( mengalahkan ) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah
Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[5] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
( QS. Al Maa-idah [005] : 3 ).

Ket :
[1] Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.
[2] Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[3] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
[4] Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa, Yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
[5] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.



Apa apa yang haram dimakan :

a. Bangkai yaitu hewan yang mati tanpa disembelih.

b. Darah yang mengalir.

c. Daging babi.

d. Binatang yang disembelih atas nama lain daripada Allah.

e. Binatang atau burung yang mati karena tercekik.

f. Yang mati karena terpukul dengan kayu atau batu, adapun yang mati dengan senapan angin maka boleh dimakan menurut fatwa setengah ulama, sebab itu hendaklah ucapkan nama Allah waktu hendak melepaskan senapan itu.

g. Yang mati karena terjatuh.

h. Yang mati karena ditanduk binatang lain.

i. Yang mati karena diterkam binatang lain yang buas seperti singa dan lainnya. tetapi jika binatang itu masih hidup sambil lekas disembelih , maka bolehlah dimakan .

j. Yang disembelih dekat berhala karena untuk korban kepadanya.

Adapun menyembelih binatang atau burung harus menggunakan

a. pisau yang tajam disembelih dilehernya serta mengucapkan Bismillah

b. Anjing yang terpelajar untuk memburu binatang, maka binatang yang dibunuh anjing itu bolehlah dimakan, sebab itu hendaklah mengucapkan nama Allah waktu melepaskan anjing itu

c. Panah yang tajam.

d. Listrik, karena maksud menyembelih dengan pisau yang tajam adalah supaya binatang itu jangan lama meregang kesakitan jika pisau itu sangat tumpul sedang dengan listrik terlebih sedikit ia meregang kesakitan, oleh sebab itu boleh menggunakan listrik untuk menyembelih binatang. Tapi kebanyakan ulama tidak boleh menggunakan listrik itu , begitu pula tidak boleh menggunakan senjata api inilah yang kuat untuk kebanyakan ulama.



2. Allah Menhukum orang yang bersalah salahan dihari kiamat.


dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," Padahal mereka ( sama-sama ) membaca Al Kitab. demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti Ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
( QS. Al Baqarah [002] : 113 ).


3. Allah beserta orang orang yang sabar,


Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[6], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
( QS. Al Baqarah [002] : 153 ).

Ket :
[6] Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.


Untuk menyempurnakan suatu pekerjaan atau menyampaikan suatu cita cita haruslah dengan berhati tetap serta sabar.
Jika kita ditimpa kesusahan dan cobaan dalam mengusahakannya hendaklah kita cari daya upaya untuk menghilangkannya serta kita periksa sebab sebab yang menghalanginya supaya dapat kita hindarkan dimasa yang akan datang.
Sekali kali tak boleh kita keluh kesah atau berputus asa karena suatu cobaan yang menghalangi pekerjaan kita itu.
Begitu juga harus minta tolong dengan sembahyang karena dalam sembahyang itulah kita minta tolong kepada Allah serta minta petunjuk agar kita melalui jalan yang lurus untuk mendapatkan atau meraih cita cita kita itu.
Oleh karena itu hendaklah kita bekerja dengan sekuat tenaga serta minta bimbingan dari Allah.
Orang yang sebenarnya Islam ia bekerja dengan kekuatan jasmani dan rohani. Dengan jalan begini orang orang Islam dahulu kala memperoleh kemajuan yang menakjubkan dunia.


4. Allah tidak mengadakan kesempitan dalam agama Islam .


dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. ( Ikutilah ) agama orang tuamu Ibrahim. Dia ( Allah ) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu[7], dan ( begitu pula ) dalam ( Al Quran ) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Dialah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.( QS. Al Hajj [022]: 78 ).

Ket :
[7] Maksudnya: dalam Kitab-Kitab yang telah diturunkan kepada
nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w.


5. Allah Memperkenankan do’a orang yang meminta kepadaNya .


dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka ( jawablah ), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi ( segala perintah-Ku ) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.( QS. Al Baqarah [002] : 186 ).


6. Allah Tidak mengampuni jika ia dipersekutukan dengan lainnya dan diampuniNya dosa selain dari pada itu


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari ( syirik ) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
( QS. An Nisaa' [004] : 48 ).



Dengan tegas Allah menerangkan bahwa syirik yaitu mempersekutukan Allah dengan berhala, dewa dewa dan sebagainya adalah dosa besar Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kecuali orang yang berdosa itu masuk agama Islam yaitu mengucapkan : saya mengakui bahwa tiada tuhan melainkan Allah dan saya mengakui bahwa Muhammad utusan Allah
Adapun dosa dosa yang lain dari syirik maka Allah akan mengampuni bagi siapa yang dikehendakiNya dan menurut hikmah yang ditetapkanNya



7. Istri sebagai pakaian bagi suaminya dan suami sebagai pakaian pula bagi istrinya ( sebab itu hendaklah dikawinkan keduanya bila keduanya suka sama suka )


Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai
( datang ) malam, ( tetapi ) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf[8] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
( QS. Al Baqarah [002] : 187 ).

Ket :
[8] I'tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.


8. Istri itu mempunyai hak yang sama dengan kewajibannya, menurut secara patut ( sopan ), hanya kelebihan suami satu derajat saja
( sebagai kepala keluarga )


wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'[9]. tidak boleh mereka Menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. akan tetapi Para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya[10]. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al Baqarah [002] : 228 ).

Ket :
[9] Quru' dapat diartikan suci atau haidh.
[10] Hal ini disebabkan karena suami bertanggung jawab terhadap keselamatan dan Kesejahteraan rumah tangga


Bahwa hak hak perempuan (istri0 sama dengan hak hak laki laki (suami) begitu pula kewajiban masing masing , kecuali menjadi kepala dalam rumah tangga yaitu dipegang suami. Suami wajib melindungi istrinya dan memberi nafkah istrinya dan istri wajib mengikuti suaminya menurut sesuai perintah agama.

Oleh sebab itu apabila suami hendak menyuruh istrinya sesuatu kewajiban hendaklah ia ingat bahwa diatas pundak kepalanya ada pula kewajiban yang setimpal dengan kewajiban istrinya itu.
Ibnu abbas berkata : Sesungguhnya saya berhias untuk perempuan saya, sebagaimana mereka berhias kepada saya..

Talak itu hanya dua kali artinya kalau suami mentalak istrinya satu atau dua kali maka ia boleh rujuk kembali kepada bekas istrinya tanpa perkawinan yang baru. Hanya cukup dengan mengucapkan aku rujuk kempali kepada engkau. Raujuk itu hanya dapat dilakukan kalau istri itu masih dalam idah, kalau idahnya telah habis maka tidak boleh rujuk lagi melainkan harus dengan perkawinan yang baru.

Kalau talak itu telah sampai tiga kali maka suami tidak boleh rujuk dan kawin dengan istrinya itu. Kecuali kalau bekas istrinya itu telah menikah dengan laki laki yang lain kemudian cerai dan habis pula masa idahnya..

I’dah perempuan yang ditalak itu tiga kali suci dari haid
I’dah perempuan yang karena kematian suaminya ialah empat bulan sepuluh hari
I’dah perempuan hamil sampai melahirkan anaknya.

Talak itu hak suami, hak istri adalah Khuluk yaitu menuntut perceraian pada suami dengan membayar uang kepadanya sebanyak mas kawin.

Istri yang dikhuluk tidak boleh dirujuki kecuali dengan perkawinan yang baru



kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka ( laki-laki ) atas sebahagian yang lain ( wanita ), dan karena mereka ( laki-laki ) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[11] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara ( mereka )[12]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[13], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[14]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
( QS. An Nisaa' [004] : 34 ).

Ket :
[11] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
[12] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
[13] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[14] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.


9. Yang sebenarnya agama disisi Allah adalah Islam


Sesungguhnya agama ( yang diridhai ) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[15] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
( QS. Ali 'Imran [003] : 19 ).

Ket :
[15] Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.


10. Laki laki jadi pemimpin perempuan lantaran dia yang memberi nafkah ( belanja )


kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka ( laki-laki ) atas sebahagian yang lain ( wanita ), dan karena mereka ( laki-laki ) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[11] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara
( mereka )[12]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[13], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[14]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
( QS. An Nisaa' [004] : 34 ).

Ket :
[11] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
[12] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
[13] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[14] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.


11. Laki laki tidak kuasa berlaku adil antara istri istrinya


dan kamu sekali-kali tidak akan dapat Berlaku adil di antara isteri-isteri( mu ), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung ( kepada yang kamu cintai ), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri ( dari kecurangan ), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
( QS. An Nisaa' [004] : 129 ).



Jika perempuan telah melihat suaminya berlaku sombong terhadapnya atau telah berpaling hatinya dengan jelas dan nyata maka tiadalah berdosa jika keduanya berdamai misalnya perempuan memaafkan atau membebaskan sebagian haknya yang wajib atas suaminya ( nafkah dan bermalam dirumahnya ) agar ia dalam penjagaan suaminya atau kalau perempuan tak mau memaafkan, hendaklah suami sabar atau menjatuhkan talak dengan membayarkan uang penghibur meskipun manusia itu biasanya bersifat bakhil memaafkan haknya.
sesungguhnya kamu tiada sanggup berbuat adil dengan seadil adilnya terhadap beberapa istri istrimu adil tentang cinta hati dan kasih sayang dalam hatimu meskipun kamu hendak berbuat demikian. Sebab itu janganlah kamu condong kepada yang kamu cintai secondong condongnya, sehingga kamu tinggalkan atau kamu biarkan yang lainnya sebagai perempuan yang tergantung di awang awang seolah olah ia tidak bersuami dan tidak di talak. Jika kamu perbaiki pergaulanmu antara istri istrimu yaitu dengan berlaku adil tentang giliran dan nafkah meskipun tak sanggup adil tentang cinta maka Allah mengampuni demikian itu



12. Manusia mendapat pahala dari amalan yang diusahakannya dan menanggung siksa karena dosa yang diperbuatnya


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala ( dari kebajikan ) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa ( dari kejahatan ) yang dikerjakannya. ( mereka berdoa ): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir." ( QS. Al Baqarah [002] : 286 ).


13. Manusia kebanyakan tidak berterima kasih atas pemberian orang kepadanya


Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu ( jumlahnya ) karena takut mati; Maka Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu"[15], kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.( QS. Al Baqarah [002] : 243 ).

Ket :
[15] Sebahagian ahli tafsir ( seperti Al-Thabari dan Ibnu Katsir ) mengartikan mati di sini dengan mati yang sebenarnya; sedangkan sebahagian ahli tafsir yang lain mengartikannya dengan mati semangat.


14. Manusia kebanyakan suka berbantah bantah sesamanya :


Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,
( QS. Huud [011] : 118 ).

kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu ( keputusan-Nya ) telah ditetapkan: Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia ( yang durhaka ) semuanya.
( QS. Huud [011] : 119 ).


15. Manusia itu bila mendapat nikmat (kesenangan) ia berpaling dan menghindar dari Allah ( tidak Ingat kepadaNya ) tetapi bila ia ditimpa cobaan ( musibah, kecelakaan ) lalu ia teringat kepada Nya dan bukan main panjang do’anya meminta ampun kepada Allah


Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud[16] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.( QS. As Sajdah [032 ] : 15 ).

Ket :
[16] Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.


dan Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau ( awan yang mengandung ) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya Makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka Apakah mereka tidak memperhatikan?( QS. As Sajdah [032 ] : 27 ).



16. Meninggalkan dosa dosa besar mengampuni dosa dosa kecil


jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu ( dosa-dosamu yang kecil ) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).( QS. An Nisaa' [004] : 31 ).



17. Muhammad itu diutus Allah kepada sekalian umat manusia.


dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
( QS. Saba' [034] : 28 ).


18. Orang orang yang beriman dan beramal saleh mendapat ampun dan rejeki serta masuk kedalam surga.


dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang Suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
( Q S. An Nisaa' [004] : 57 ).


supaya Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.( QS. Saba' [034] : 4 ).


19. Orang orang yang kafir ( ingkar ) akan ayat Allah mendapat siksa yang pedih dan masuk kedalam neraka.


dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan ( menggagalkan azab kami ), mereka itu memperoleh azab, Yaitu ( jenis ) azab yang pedih.
( QS. Saba' [034] : 5 ).


dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka Itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalmnya. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
( QS. At Taghaabun [064] : 10 ).


20. Orang orang yang beramal saleh baik laki laki atau perempuan , sedang ia beriman maka Allah menghidupkannya dengan penghidupan yang senang.


Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[18] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.( QS. An Nahl [016] : 9 7).

Ket :
[18] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.


21. Perempuan yang saleh adalah yang taat dan menjaga kehormatannya, terutama ketika suaminya diluar rumah


kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka ( laki-laki ) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[11] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[12]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[13], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[14]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
( QS. An Nisaa' [004] : 34 ).

Ket :
[11] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
[12] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
[13] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[14] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.


22. Perempuan yang durhaka kepadamu hendaklah kamu ajar, tetapi jika dia taat mengikut janganlah kamu cari cari jalan untuk menyakitinya.


kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka ( laki-laki ) atas sebahagian yang lain ( wanita ), dan karena mereka ( laki-laki ) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[11] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[12]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[13], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[14]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
( QS. An Nisaa' [004] : 34 ).

Ket :
[11] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
[12] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
[13] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[14] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.


23. Siapa yang menolong dengan pertolongan yang baik maka mendapat bagian dari kebaikan itu, dan siapa yang menolong dengan pertolongan yang jahat maka ia menangung atas kejahatan itu


Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik[19], niscaya ia akan memperoleh bahagian ( pahala ) dari padanya. dan Barangsiapa memberi syafa'at yang buruk[20], niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
( QS. An Nisaa' [004] : 85 ).

Ket :
[19] Syafa'at yang baik Ialah: Setiap sya'faat yang ditujukan untuk melindungi hak seorang Muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan.
[20] Syafa'at yang buruk ialah kebalikan syafa'at yang baik.


24. Pertolongan pada hari kiamat tidak diperoleh melainkan dengan izin Allah


dan Tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa'at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" mereka menjawab: (perkataan) yang benar", dan Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar[21].
( QS. Saba' [034] : 2 3).

Ket :
[21] Ayat ini menerangkan bahwa pemberian syafa'at hanya dapat Berlaku dengan izin tuhan. orang-orang yang akan diberi izin memberi syafa'at dan orang-orang yang akan mendapat syafa'at merasa takut dan harap-harap cemas atas izin tuhan. tatkala takut dihilangkan dari hati mereka, orang-orang yang akan mendapat syafa'at bertanya kepada orang-orang yang diberi Syafa'at: apa yang dikatakan oleh Tuhanmu?. mereka menjawab: Perkataan yang benar, Yaitu Tuhan mengizinkan memberi syafa'at kepada orang-orang yang disukai-Nya Yaitu orang-orang mukmin.


25. Taubat tidak diterima Allah, bila jiwa telah sampai kekerongkongan , begitu pula tidak diterima taubat orang kafir , melainkan dengan masuk Islam…


dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan ( yang ) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, ( barulah ) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". dan tidak
( pula diterima taubat ) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
( QS. An Nisaa' [004] : 18 ).



kalau perempuan kamu berbuat kejahatan ( berzina ) maka kamu tidak boleh menuduhnya, kecuali ada saksi empat orang laki laki.
Jika ada empat orang saksi laki laki maka perempuan itu dihukum dengan memenjarakannya dalam hingga ia wafat atau taubat, yaitu tidak akan melakukan dosa itu lagi.
Atau dihukum dera 100 kali, dalam hadist ada hukum rajam bagi orang yang telah beristri atau bersuami.
dalam ayat An Nisaa ayat 15 ini, perempaun hanya boleh dipenjarakan dalam rumah, bila telah jelas berbuat kejahatan ( berzina ) dengan saksi empat orang laki laki. Karena itu tidak boleh dipenjarakan karena semata mata cemburu suaminya sebagaimana kejadian dalam negara negara yang disebut negara Islam.
Begitu pula jika dua orang ( laki laki dan perempuan ) berbuat kejahatan ( berzina ) dengan ada saksi empat orang laki laki maka keduaduanya dihukum dengan menyakiti hati keduanya seperti didera, dan sebagainya.
Dalam ayat lain surat An Nuur : perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk ( menjalankan ) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah ( pelaksanaan ) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman( QS. AN Nuur [024] : 2 ).
Ditegaskan bahwa keduaduanya didera 100 kali tetapi jika keduanya bertaubat dan memperbaiki amalannya maka janganlah kamu hukum keduanya karena Allah menerima taubat dan lagi maha penyayang.
Sesungguhnya Allah menerima taubat orang orang yang berbuat kejahatan ( dosa ) tanpa ilmu pengetahuannya, lalu mereka taubat dengan segera. Dan tidak diterima taubat orang orang yang berbuat dosa jika mereka telah hampir wafat lalu berkata : saya taubat sekarang " Begitu juga tidak diterima taubat taubat orang yang mati dalam kekafiran. Arti taubat adalah menyesal atas perbuatan dosa yang telah dilakukan dan bercita cita tidak akan melakukannya dimasa yang akan dating