Beberapa Hikmah dalam Islam
1. Apa apa yang kamu belanjakan Allah pasti akan menggantinya
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.( QS. Saba' [034] : 39 ).
2. Barang siapa yang berbuat Jahat akan dibalas dengan jahat.
( Pahala dari Allah ) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong[1] dan tidak ( pula ) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak ( pula ) penolong baginya selain dari Allah.
( QS. An Nisaa' [004] : 123 ).
Ket :
[1] Mu di sini ada yang mengartikan dengan kaum muslimin dan ada pula yang mengartikan kaum musyrikin. Maksudnya ialah pahala di akhirat bukanlah menuruti angan-angan dan cita-cita mereka, tetapi sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama.
Hai kaum muslimin tidak berfaedah semata mata angan angan kamu dengan mengatakan kamu muslim. Islam sebaik baik agama, Al Quran semulia mulia kitab, nabi Muhammad setinggi tinggi nabi dan lain lainnyaTidak ada faedahnya bermegah megah itu hanya yang berfaedah adalah ilmu dan amalan saleh, karena siapa yang berbuat kejahatan hanya akan dibalas setimpal denga kejahatan itu. Riwayat dari Hasan : Tidaklah iman itu dengan semata mata angan angan saja, melainkan adalah kepercayaan yang tetap dalam hati dan dituruti dengan amalan, begitu juga tidak berfaedah angan angan ahli ( yahudi dan nasrani ) karena semata mata angan angan itu . Bukanlah disyariatkan untuk bermegah megah dan semata mata bermerek dengan agama itu melainkan disyariatkan untuk beramal dan berbuat kebaikan.
3. Dimana jua tempat tinggalmu niscaya kamu pasti mati, meskipun kamu diatas mahligai yang tinggi.
di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan[2], mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini ( datangnya ) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya ( datang ) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu ( orang munafik ) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan[3] sedikitpun ? ( QS. An Nisaa' [004] : 78 ).
Ket :
[2] Kemenangan dalam peperangan atau rezki.
[3] Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.
Mereka yang ingkar ( kafir ), jika mendapat kebaikan ( karunia ) mereka berkata : " karunia ini datangnya dari Allah" Tetapi jika mereka ditimpa bencana ( malapetaka atau kejahatan ) mereka berkata " ini adalah karena sialnya ( celakanya ) Muhammad sendiri" padahal hal keduanya tersebut dari Allah yaitu menurut sunnatullah, menurut sebab akibat, sebab kebaikan mengakibatkan kebaikan, sebab kejahatan mengakibatkan kejahatan, jadi bukanlah karena sialnya nabi Muhammad. Sebab itu jika kamu mendapat kebaikan adalah semata mata karunia dari Allah dan jika kamu ditimpa kesusahan atau kejahatan adalah karena kesalahan kamu sendiri. Misalnya kesehatan jasmani semata mata karunia Allah karena Dia yang memberikan udara yang bersih, makanan yang cukup zat zat untuk kesehatan. Tetapi karena seseorang terlalu banyak makan sehingga mendapat sakit perut adalah karena kesalahannya sendiri lantaran tidak mengikuti aturan ( ilmu ) kesehatan. Oleh karena itu jika kita ditimpa kesusahan ( kejahatan ) janganlah disalahkan orang lain melainkan selidikilah kesalahan diri sendiri.
4. Kaum yang sedikit dapat mengalahkan kaum yang banyak.
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan Barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, Maka Dia adalah pengikutku." kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama Dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan Kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
( QS. Al Baqarah [002] : 249 ).
5. Kadang kadang sesuatu yang kamu benci terlebih baik bagimu dan yang kamu kasihi terlebih jahat kepadamu
diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( QS. Al Baqarah [002] : 216 ).
6. Perkataan yang baik sama pahalanya dengan sedekah
Perkataan yang baik dan pemberian maaf[4] lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan ( perasaan si penerima ). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
( QS. Al Baqarah [002] : 263 ).
Ket :
[4] Perkataan yang baik Maksudnya menolak dengan cara yang baik, dan maksud pemberian ma'af ialah mema'afkan tingkah laku yang kurang sopan dari si penerima.
7. Orang yang miskin bukan orang yang meminta minta kian kemari, melainkan orang yang tidak sanggup berusaha karena menjalankan agama Allah.
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat ( oleh jihad ) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan ( di jalan Allah ), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.( QS. Al Baqarah [002] : 273 ).
8. Riba itu meskipun untung berlipat ganda tetapi tidak berkat, sedekah itu meskipun mengeluarkan harta, maha berkat
Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah[5]. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[6].( QS. Al Baqarah [002] : 276 ).
Ket :
[5] Yang dimaksud dengan memusnahkan Riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
[6] Maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan Riba dan tetap melakukannya.
Begitu juga didalam Alquran tercantum sifat sifat Allah yang Maha Suci, sifat sifat orang mukmin, orang orang kafir, munafik, fasik, sifat sifat surga dan kesenangan didalamnya, sifat sifat neraka dan kesengsaraan didalamnya, sifat sifat hari kiamat, sifat sifat malaikat, sifat sifat jin dan syetan, tanda tanda ada Allah dan kekuasaanNya, tanda tanda nabi dan Muhmmad itu pesuruhNya, dan keterangan bahwa Alqur'an itu sebenarnya dari Allah, untuk menunjukkan manusia kejalan selamat dan mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada terang benderang
